Rabu, 28 November 2012

PANDUAN PENGEMBANGAN RPP



PANDUAN PENGEMBANGAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) I. Pendahuluan
 I. Dalam rangka mengimplementasikan pogram pembelajaran yang sudah dituangkan di dalam silabus, guru harus menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP). RPP merupakan pegangan bagi guru dalam melaksanakan pembelajaran baik di kelas, laboratorium, dan/atau lapangan untuk setiap Kompetensi dasar. Oleh karena itu, apa yang tertuang di dalam RPP memuat hal-hal yang langsung berkait dengan aktivitas pembelajaran dalam upaya pencapaian penguasaan suatu Kompetensi Dasar. Dalam menyusun RPP guru harus mencantumkan Standar Kompetensi yang memayungi Kompetensi Dasar yang akan disusun dalam RPP-nya. Di dalam RPP secara rinci harus dimuat Tujuan Pembelajaran,Materi Pembelajaran, Metode Pembelajaran, Langkah-langkah Kegiatan pembelajaran, Sumber Belajar, dan Penilaian 
II. Langkah-langkah Penyusunan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Mencantumkan identitas Nama sekolah Mata Pelajaran Kelas/Semester Alokasi Waktu Catatan: RPP disusun untuk satu Kompetensi Dasar. Standar Kompetensi, Kompetensi Dasar, dan Indikator dikutip dari silabus yang disusun oleh satuan pendidikan Alokasi waktu diperhitungkan untuk pencapaian satu kompetensi dasar yang bersangkutan, yang dinyatakan dalam jam pelajaran dan banyaknya pertemuan. Oleh karena itu, waktu untuk mencapai suatu kompetensi dasar dapat diperhitungkan dalam satu atau beberapa kali pertemuan bergantung pada karakteristik kompetensi dasarnya. A.Standar Kompetensi Standar Kompetensi adalah kualifikasi kemampuan peserta didik yang menggambarkan penguasaan pengetahuan, sikap, dan keterampilan yang diharapkan dicapai pada mata pelajaran tertentu. Standar kompetensi diambil dari Standar Isi (Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar). Sebelum menuliskan Standar Kompetensi, penyusun terlebih dahulu mengkaji Standar Isi mata pelajaran dengan memperhatikan hal-hal berikut : urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau SK dan KD keterkaitan antar standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar antar mata pelajaran. B. Kompetensi Dasar cara membuat rpp Kompetensi Dasar merupakan sejumlah kemampuan minimal yang harus dimiliki peserta didik dalam rangka menguasai SK mata pelajaran tertentu. Kompetensi Dasar dipilih dari yang tercantum dalam Standar Isi. Sebelum menentukan atau memilih Kompetensi Dasar, penyusun terlebih dahulu mengkaji standar kompetensi dan kompetensi dasar mata pelajaran dengan memperhatikan hal-hal sebagai berikut : Urutan berdasarkan hierarki konsep disiplin ilmu dan/atau tingkat kesulitan Kompetensi Dasar Keterkaitan antar standar kompetensi dan kompetensi dasar dalam mata pelajaran Keterkaitan standar kompetensi dan kompetensi dasar antar mata pelajaran C.Tujuan Pembelajaran Tujuan Pembelajaran berisi penguasaan kompetensi yang operasional yang ditargetkan/dicapai dalam rencana pelaksanaan pembelajaran. Tujuan pembelajaran dirumuskan dalam bentuk pernyataan yang operasional dari kompetensi dasar. Apabila rumusan kompetensi dasar sudah operasional, rumusan tersebutlah yang dijadikan dasar dalam merumuskan tujuan pembelajaran. Tujuan pembelajaran dapat terdiri atas sebuah tujuan atau beberapa tujuan. D. Materi Pembelajaran Materi pembelajaran adalah materi yang digunakan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Materi pembelajaran dikembangkan dengan mengacu pada materi pokok yang ada dalam silabus. E. Metode Pembelajaran/Model Pembelajaran Metode dapat diartikan benar-benar sebagai metode, tetapi dapat pula diartikan sebagai model atau pendekatan pembelajaran, bergantung pada karakteristik pendekatan dan/atau strategi yang dipilih. F. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Untuk mencapai suatu kompetensi dasar dalam kegiatan pembelajaran harus dicantumkan langkah-langkah kegiatan dalam setiap pertemuan. Pada dasarnya, langkah-langkah kegiatan memuat unsur kegiatan : a. Pendahuluan Pendahuluan merupakan kegiatan awal dalam suatu pertemuan pembelajaran yang ditujukan un¬tuk membangkitkan motivasi dan memfokuskan perhatian peserta didik untuk berpartisipasi aktif dalam proses pembelajaran. b. Inti Kegiatan inti merupakan proses pembelajaran untuk mencapai KD. Kegiatan pembelajaran di¬lakukan secara interaktif, inspiratif, menyenang¬kan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup bagi prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai dengan bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Kegiatan ini dilakukan secara sistematis dan sistemik melalui proses eksplorasi, elaborasi, dan konfirmasi. c. Penutup Penutup merupakan kegiatan yang dilakukan un¬tuk mengakhiri aktivitas pembelajaran yang dapat dilakukan dalam bentuk rangkuman atau kesimpulan, penilaian dan refleksi, umpan balik, dan tindak lanjut. G. Sumber Belajar Pemilihan sumber belajar mengacu pada perumusan yang ada dalam silabus yang dikembangkan oleh satuan pendidikan. Sumber belajar mencakup sumber rujukan, lingkungan, media, narasumber, alat, dan bahan. Sumber belajar dituliskan secara lebih operasional. Misalnya, sumber belajar dalam silabus dituliskan buku referens, dalam RPP harus dicantumkan judul buku teks tersebut, pengarang, dan halaman yang diacu. H. Penilaian Penilaian dijabarkan atas teknik penilaian, bentuk instrumen, dan instrumen yang dipakai untuk mengumpulkan data. Dalam sajiannya dapat dituangkan dalam bentuk matrik horisontal atau vertikal. Apabila penilaian menggunakan teknik tes tertulis uraian, tes unjuk kerja, dan tugas rumah yang berupa proyek harus disertai rubrik penilaian. III. Format Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) cara membuat rpp RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN (RPP) Sekolah : SMP........................... Mata Pelajaran : ................................... Kelas/Semester : ................................... Alokasi Waktu : ..... x 40 menit A. Standar Kompetensi B. Kompetensi Dasar C. Tujuan Pembelajaran: 1. Siswa dapat 2. Siswa dapat Dst D. Materi Pembelajaran E. Model/Metode Pembelajaran F. Langkah-langkah Kegiatan Pembelajaran Kegiatan Awal Kegitan Inti Kegiatan Akhir dst G. Sumber Belajar H. Penilaian Indikator Pencapaian Kompetensi Penilaian Teknik Bentuk Instrumen Instrumen Mudah mudahan dengan adanya cara membuat rpp ini anda juga terbantu dalam penyusunan rpp berkarakter anda


Panduan Magang



logo melati edit copy.png
 
Panduan Magang & Pelatihan
dengan
METODE SELING
(Sentra dan Lingkaran)









Sebuah pendekatan KBM untuk anak usia dini yang direkomendasikan oleh :
DIREKTORAT PENDIDIKAN ANAK USIA DINI


LEMBAGA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI MELATI BANDUNG
JL. PENGLIMA SUDIRMAN GG I BANDUNG TULUNGAGUNG 0355 533671

Tata Tertib Peserta Magang dan Pelatihan
Metode SELING (sentra dan lingkaran)
Di  
LEMBAGA PENDIDIKAN ANAK USIA DINI MELATI BANDUNG
Umum
1.      Mengisi daftar hadir yang disediakan oleh panitia
2.      Hadir dalam ruangan sesuai jadwal yang telah ditentukan
3.      Menjaga dan memelihara kebersihan, ketertiban, kenyamanan lingkungan magang dan pelatihan
4.      Selalu menggunakan tanda pengenal selama berada di lingkungan magang dan pelatihan
5.      Tidak merokok selama mengikuti kegiatan magang dan pelatihan

Dalam ruangan
1.      Menempati ruang duduk yang telah ditetapkan
2.      Menjaga kebersihan dan ketertiban ruangan
3.      Menjaga dan memelihara perlengkapan dalam ruangan
4.      HP  dapat dihidupkan hanya di luar ruangan dan bukan pada jam magang dan pelatihan
5.      Tidak keluar masuk ruangan
6.      Tidak makan dan minum dalam ruangan saat pelaksanaan magang dan pelatihan kecuali atas ijin penyelenggara

Saat obsevasi
1.      Mengikuti kegiatan observasi sesuai dengan kelompoknya  dan tempat yang ditentukan untuk di observasi
2.      Tidak melakukan interaksi atau membantu anak untuk melakukan sesuatu
3.      Bila anak menyapa boleh menjawab dengan sayang dan sopan
4.      Tidak ikut bergabung dengan kelompok anak
5.      Tidak mengajak guru yang sedang mengajar berbicara atau bertanya
6.      Tidak mengambil gambar (pemotretan) saat anak sedang belajar kecuali ada ijin
7.      Bila ada sesuatu yang ganjil atau kurang jelas segera dicatat dan ditanyakan pada saat diskusi

Saat simulasi
1.      Mengikuti kegiatan simulasi/micro teaching sesuai dengan jadwal yang sudah dibuat
2.      Mengikuti kegiatan pendampingan pengajaran

Pakaian
1.      Peserta berpakaian bebas dan sopan (tidak mengenakan kaos)
2.      Peserta laki-laki dan perempuan menggunakan kaos kaki
3.      Sepatu dilepas diletakkan ditempat yang sudah disediakan



TERIMA KASIH ATAS KERJASAMANYA








APAKAH SELING/BCCT ITU

SELING (SENTRA DAN LINGKARAN)/BCCT

Sentra dan lingkaran adalah sebuah metode pengajaran yang menempatkan siswa pada posisi yang proposional. Dunia anak adalah dunia bermain, maka selayaknyalah konsep pendidikan untuk anak usia dini dirancang dalam bentuk bermain. Intinya bermain adalah belajar, dan belajar adalah bermain.

Sekilas tentang metode SELING/BCCT
·         Suatu metode atau pendekatan dalam penyelenggaraann Pendidikan Anak Usia Dini yang dikembangkan berdasarkan hasil kajian teoritik dan empiric
·         Nama asli metode ini adalah BCCT (Beyond Center and Circle Time)
·         Metode ini di Indonesia dipopulerkan dengan istilah SELING ( Sentra dan Lingkaran)
·         Metode SELING merupakan pengembangan dari metode Montessori , High Scope dan Reggio Emilio
·         Metode SELING dikembangkan oleh Creative Center for Chilhood Research and training (CCCRT) Florida, USA dan dilaksanakan di Creative Pre School Florida, USA selama lebih dari 30 tahun, baik untuk anak normal maupun untuk anak kebutuhan khusus

BAGAIMANA PENERAPANNYA?
·         Metode SELING dirancang dalam bentuk sentra-sentra. Misal sentra alam, sentra persiapan, sentra seni dan olah raga, sentra agama, sentra peran makro, sentra peran mikro, sentra balok, dan lain-lain.
·         Setiap guru bertanggung pada 7 – 10 murid saja dengan moving class sesuai dengan sentra gilirannya
·         Metode SELING ditujukan untuk merangsang seluruh aspek kecerdasan anak (Multiple intelligences)
·         Metode SELING memandang bermain sebagai wahana yang paling tepat dan satu-satunya wahana yang paling tepat diantara metode-metode yang ada, karena disamping menyenangkan, bermain dalam setting pendidikan dapat menjadi wahana untuk berfikir aktif, kreatif dan bertanggung jawab.


Untuk menerapkan metode ini seorang guru hendaknya mengikuti pijakan-pijakan guna membentuk keberaturan antara bermain dan belajar. Berikut ini adalah pijakan-pijakan yang harus diikuti :

1.      Pijakan Lingkungan
Guru menata lingkungan yang disesuaikan dengan densitas dan intensitas

2.      Pijakan Sebelum bermain
·         Guru meminta para siswa untuk membentuk lingkaran
·         Guru diantara para siswa sambil bernyanyi
·         Guru meminta siswa untuk duduk melingkar
·         Guru meminta para siswa untuk berdoa bersama
·         Guru menanyakan kesiapan para siswa mendengarkan cerita atau memasuki sentra
·         Guru memulai bercerita menggunakan media yang sesuai dengan tema
·         Guru menginformasikan jenis mainan yang ada dan menyampaikan aturan bermain.guru meminta siswa untuk masuk ke area sentra.

3.      Pijakan saat bermain
·         Guru mempersiapkan catatan perkembangan siswa
·         Guru mencatat perilaku, kemampuan dan celetukan siswa
·         Guru membantu siswa jika dibutuhkan
·         Guru mengingatkan siswa apabila lupa atau melanggar aturan

4.      Pijakan Setelah Bermain/Recalling
·         Guru meminta siswa untuk membereskan mainan dan alat yang dipakai
·         Guru meminta siswa menceritakan pengalaman bermainnya sambil menghitung kegiatan yang dilakukan
·         Guru menutup kegiatan dengan doa bersama
·         Guru membagikan buku komunikasi sebelum pulang,
SEKILAS TENTANG METODE PEMBELAJARAN
Dengan pendekatan
Beyond Centers and Circle Time
(BCCT)

·         Yaitu konsep belajar dimana guru-guru menghadirkan dunia nyata ke dalam kelas dan mendororng siswa membuat hubungan antara pengetahuan yang dimiliki dengan penerapannya dalam kehidupan mereka sehari-hari
·         Hasilnya : siswa memperoleh pengetahuan dan ketrampilan dari kontek yang terbatas, sedikit demi sedikit, dan dari proses mencoba sendiri, sebagai bekal untuk memecahkan masalah dalam kehidupannya sebagai anggota masyarakat sekarang dan kelak

Kenapa menggunakan system BCCT ini ?
·         Anak akan belajar lebih baik jika lingkungan diciptakan ALAMIAH
·         Belajar akan lebih bermakna jika anak MENGALAMI apa yang dipelajari bukan hanya sekedar MENGETAHUI
·         Pembelajaran akan lebih bermakna dan mengena

Apakah system yang ada selama ini gagal?
·         Memang tidak ekstrim begitu. Pembelajaran yang lebih berorientasi target penguasaan materi terbukti berhasil dalam kompetisi MENGINGAT jangka pendek, tetapi gagal dalam membekali anak memecahkan persoalan dalam kehidupan jangka panjang. Bukankah itu yang terjadi dalam kelas-kelas kita?

Apa yang sebenarnya kita inginkan ?
·         Dalam pendekatan BCCT proses pembelajaran diharapkan berlangsung alamiah dalam bentuk kegiatan siswa bekerja mengalami, bukan transfer pengetahuan dari guru ke siswa. STRATEGI pembelajaran lebih dipentingkan daripada HASIL.
·         Dalam kontek itu, siswa perlu mengerti apa makna belajar, apa manfaatnya, dalam status apa mereka, dan bagaimana mencapainya. Mereka sadar bahwa apa yang mereka pelajari berguna bagi hidupnya nanti
·         Dengan begitu mereka memposisikan sebagai diri sendiri yang memerlukan suatu bekal untuk hidupnya nanti, dalam hal ini diperlukan guru sebagai PENGARAH DAN PEMBIMBING atau INSPIRATOR

Mengapa system ini menjadi pilihan?
·         Saat ini pendidikan masih didominasi oleh pandangan bahwa pengetahuan sebagai perangkat fakta-fakta yang harus dihafal. Guru masih menjadi center (pengetahuan dan lain-lain), ceramah menjadi pilihan utama strategi belajar.
·         Nah sekarang diperlukan strategi belajar baru yang lebih memberdayakan siswa. Sebuah strategi belajar yang tidak mengharuskan siswa menghafal fakta-fakta, namun bagaimana mendorong siswa membangun pengetahuan dibenak mereka sendiri
·         BCCT belajar mengalami bukan menghafal.

Kebiasaan apa yang ingin dipeerbaiki?
·         Sudah cukup lama kita sadar bahwa kelas-kelas kita tidak produktif. Sehari-hari kelas diisi dengan ceramah, sementara siswa DIPAKSA menerima dan menghafal
·         Pilihannya adalah strategi pembelajaran yang memberdayakan siswa

Apakah landasan filosofi pengembangan BCCT itu?
·         Landasan filosofi BCCT adalah KONSTRUKTIVISME, yakni filosofi belajar yang menekankan bahwa belajar tidak sekedar menghafal. Siswa harus mengkonstruksikan pengetahuan dibenak mereka sendiri. Bahwa pengetahuan tidak bisa dipisah-pisahkan menjadi fakta yang terpisah, namun mencerminkan keterampilan yang dapat diterapkan .

Trend belajar yang bagaimana yang melandasi system ini?
·         Belajar tidak sekedar menghafal, siswa harus mengkonstruksikan pengetahuan di benak mereka
·         Anak belajar dari mengetahui, mencatat sendiri pola-pola bermakna dari pengetahuan baru dan bukan diberi begitu saja oleh guru
·         Pengetahuan tidak dapat dipisah-pisahkan menjadi fakta atau proposisi yang terpisah, tetapi menceerminkan keterampilan yang dapat diterapkan
·         Siswa perlu dibiasakan memecahkan masalah, menemukan sesuatu yang berguna bagi dirinya dan bergelut dengan ide-ide.
·         Keterampilan dan pengtahuan itu diperluas dari kontek yang terbatas (sempit) sedikit demi sedikit.
·         Penting bagi siswa tahu UNTUK APA dia belajar, dan BAGAIMANA ia menggunakan pengetahuan dan keterampilannya itu
·         Tugas guru MEMFASILITASI agar informasi yang baru menjadi bermakna, memberi kesempatan kepada siswa untuk menemukan untuk menerpakan ide mereka sendiri, dan menyadarkan siswa untuk menerapkan cara mereka sendiri.
·         Pengajaran harus berpusat BAGAIMAN CARA siswa menggunakan pengetahuan baru mereka. STRATEGI BELAJAR lebih dipentingkan daripada hasilnya.

Apakah BCCT ini baru?
·         Bukan. Filosofi yang mendasari pendekatan ini sudah dikembangkan oleh CCCRT (Creative Center for Childhood Research and Training)

Dari mana asalnya dan siapa yang mengembangkannya?
·         BCCT dikembangkan oleh CCCRT (Creative Center for Childhood Research and Training) Florida, USA dan dilaksanakan di Creative Pre School Florida, USA selama lebih dari 25 tahun, baik untuk anak normal maupun untuk anak yang berkebutuhan khusus.

Komponen apa saja yang dilibatkan ?
·         Konstruktivisme-bertanya-menemukan- masyarakat belajar-pemodelan-refleksi-penilaian sebenarnya.

Apa MOTTO nya?
·         Student learn best by actively constructing their own understanding
(cara belajar terbaik adalah siswa mengkonstruksikan sendiri pengalamannya)

Cara belajar apa yang berasosiasi dengan BCCT?
·         CBSA-Pendekatan Proses-Life Skill Education-Authentic Instruction-Inquiry Based Learning

 Apa Beda BCCT Dengan KBK, CBSA,  Pendekatan Proses, Quantum Learning, Student Active Learning, Meaningful Learning, Problem Based Learning, Cooperative Learning, Work Basaed Learning, Dan Sejenisnya?
·         JIWA dari pendekatan-pendekatan itu sebenarnya sama dengan BCCT, yakni bagaimana menghidupkan kelas.kelas yang hidup adalah kelas yang memberdayakan siswa atau berfokus pada siswa, yakni kelas yang produktif dan meyenangkan. Bedanya pada aspek penekanannya.

Bagaiman prakteknya di kelas?
·         Kelas dirancang dalam bentuk sentra-sentra, misal : Sentra        Alam, Sentra Persiapan, Sentra keaksaraan, Sentra Bermain Peran, Sentra Balok dan lain-lain
·         1 guru bertanggung jawab  pada 7- 12 siswa saja dengan moving class dari satu sentra ke sentra lain
·         Kembangkan pemikiran bahwa anak akan belajar lebih bermakna dengan cara anak bekerja sendiri, menemukan sendiri, dan mengkonstruksi sendiri pengetahuan dan keterampilan barunya
·         Laksanakan sejauh mungkin untuk kegiatan inquiry untuk semua topic
·         Kembangkan sifat ingin tahu siswa dengan bertanya
·         Ciptakan masyarakat belajar (belajar dalam kelompok)
·         Hadirkan model sebagai contoh pembelajaran
·         Lakukan pijakan-pijakan
·         Lakukan refleksi diakhir pertemuan
·         Lakukan penilaian sebenarnya dengan berbagai cara.

Bagaimana cirri kelas yang menggunakan BCCT ini?
·         Terjalin kerjasama-Saling menunjang- gembira- Belajar dengan bergairah
·         Pembelajaran terintegrasi-Menggunakan berbagai sumber- Siswa aktif
·         Menyenangkan tidak membosankan-terjalin sharing dengan teman
·         Para siswa kritis- Guru Kreatif

Apakah BCCT hanya bisa diterapkan di kelas kecil saja?
·         Tidak
·         Karena BCCT hanya strategi belajar
·         BCCT sangat sesuai dengan Kurikulum Berbasis Kompetensi (KBK)

Apakah selam ini guru belum menerapkan BCCT?
·         Tergantung
·         Bagaiman kondisinya selama ini apakah polanya Studen Centered/ Teacher Centered

Apakah penerapan BCCT memerlukan biaya besar dan media khusus?